Kamis, 02 Mei 2013

ATOM ( Sekolah Menengah Analis Kimia Makassar)

1 komentar

a.     Defenisi Atom
sekitar 2,5 abad yang lalu ahli filsafat yunani Leucippus berpendapat bahwa materi tersusun dari butiran-butiran kecil. Pendapat ini dikembangkan oleh Democritus muridnya, bahwa materi tersusun dari partikel-partikel terkecil yang tidak dapat dibagi lagi. partikel ini disebut Atom. Konsep atom tersebut masih berupa pemikiran filosofis dan tidak di dukung oleh bukti atau belum teruji sehingga belum memberikan arti yang yang cukup di bidang keilmuan. Baru setelah perumusan hukum kekekalan massa dan perbandingan tetap yang merupakan hasil pengamatan terhadap suatu reaksi kimia, konsep atom mulai difikirkan lagi oleh seorang ahli kimia inggris bernama John Dalton pada abad ke-18.
Berdasarkan teori atom Dalton, kita dapat mendefenisikan atom sebagai unit terkecil dari suatu unsur yang dapat melakukan penggabungan kimia. Dalton membayangkan suatu atom yang sangat kecil dan tidak dapat dibagi lagi. Tetapi, serangkaian penyelidikan yang dimulai pada tahun 1850-an dan dilanjutkan pada abad ke-19 secara jelas menujukkan bahwa atom sesungguhnya memiliki struktur internal: yaitu, atom tersusun atas partikel-partikel yang lebih kecil lagi, yang disebut patikel subatom. Penelitian tersebut mengarah pada penemuan tiga partikel subatom yaitu: elektron, proton dan neutron.
Jadi, definisi atom adalah bagian terkecil dari suatu zat / unsur yang tidak dapat dibagi-bagi lagiu dengan cara reaksi kimia biasa. Atom terdiri atas inti atom bermuatan positif (tersusun oleh proton dan neutron), dengan electron sebagai awan yang mengelilingi.
Atom dilambangkan dengan ,
dimana  :
X = Lambang Unsur
A = nomor massa (menunjukkan massa atom, merupakan jumlah proton dan neutron)
Z = nomor atom (menunjukkan jumlah elektron atau proton).
 Proton bermuatan positif, neutron tidak bermuatan (netral), dan elektron bermuatan negatif. Massa proton = massa neutron = 1.800 kali massa elektron. Atom-atom yang memiliki nomor atom sama dan nomor massa berbeda disebut isotop, atom-atom yang memiliki nomor massa sama dan nomor atom berbeda dinamakan isobar, atom-atom yang memiliiki jumlah neutron yang sama dinamakan isoton.


b.    Perkembangan teori Atom

1. Teori Atom John Dalton
Pada tahun 1803, John Dalton mengemukakan mengemukakan pendapatnaya tentang atom. Teori atom Dalton didasarkan pada dua hukum, yaitu hukum kekekalan massa (hukum Lavoisier) dan hukum susunan tetap (hukum prouts). Lavosier mennyatakan bahwa “Massa total zat-zat sebelum reaksi akan selalu sama dengan massa total zat-zat hasil reaksi”. Sedangkan Prouts menyatakan bahwa “Perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa selalu tetap”. Dari kedua hukum tersebut Dalton mengemukakan pendapatnya tentang atom sebagai berikut:
  1. Atom merupakan bagian terkecil dari materi yang sudah tidak dapat dibagi lagi
  2. Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil, suatu unsur memiliki atom-atom yang identik dan berbeda untuk unsur yang berbeda
  3. Atom-atom bergabung membentuk senyawa dengan perbandingan bilangan bulat dan sederhana. Misalnya air terdiri atom-atom hidrogen dan atom-atom oksigen
  4. Reaksi kimia merupakan pemisahan atau penggabungan atau penyusunan kembali dari atom-atom, sehingga atom tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan.
Hipotesa Dalton digambarkan dengan model atom sebagai bola pejal seperti pada tolak peluru. Seperti gambar berikut ini:
model atom dalton
Kelemahan:
Teori dalton tidak menerangkan hubungan antara larutan senyawa dan daya hantar arus listrik.
2. Teori Atom J. J. Thomson
Berdasarkan penemuan tabung katode yang lebih baik oleh William Crookers, maka J.J. Thomson meneliti lebih lanjut tentang sinar katode dan dapat dipastikan bahwa sinar katode merupakan partikel, sebab dapat memutar baling-baling yang diletakkan diantara katode dan anode. Dari hasil percobaan ini,
Thomson menyatakan bahwa sinar katode merupakan partikel penyusun atom (partikel subatom) yang bermuatan negatif dan selanjutnya disebut elektron.
Atom merupakan partikel yang bersifat netral, oleh karena elektron bermuatan negatif, maka harus ada partikel lain yang bermuatan positifuntuk menetrallkan muatan negatif elektron tersebut. Dari penemuannya tersebut, Thomson memperbaiki kelemahan dari teori atom dalton dan mengemukakan teori atomnya yang dikenal sebagai Teori Atom Thomson. Yang menyatakan bahwa:
“Atom merupakan bola pejal yang bermuatan positif dan didalamya tersebar muatan negatif elektron”
Model atom ini dapat digambarkan sebagai jambu biji yang sudah dikelupas kulitnya. biji jambu menggambarkan elektron yang tersebar marata dalam bola daging jambu yang pejal, yang pada model atom Thomson dianalogikan sebagai bola positif yang pejal. Model atom Thomson dapat digambarkan sebagai berikut:
atom thomson
Kelemahan:
Kelemahan model atom Thomson ini tidak dapat menjelaskan susunan muatan positif dan negatif dalam bola atom tersebut.

3. Teori Atom Rutherford
Rutherford bersama dua orang muridnya (Hans Geigerdan Erners Masreden) melakukan percobaan yang dikenal dengan hamburan sinar alfa (λ) terhadap lempeng tipis emas. Sebelumya telah ditemukan adanya partikel alfa, yaitu partikel yang bermuatan positif dan bergerak lurus, berdaya tembus besar sehingga dapat menembus lembaran tipis kertas. Percobaan tersebut sebenarnya bertujuan untuk menguji pendapat Thomson, yakni apakah atom itu betul-betul merupakan bola pejal yang positif yang bila dikenai partikel alfa akan dipantulkan atau dibelokkan.
 Dari pengamatan mereka, didapatkan fakta bahwa apabila partikel alfa ditembakkan pada lempeng emas yang sangat tipis, maka sebagian besar partikel alfa diteruskan (ada penyimpangan sudut kurang dari 1°), tetapi dari pengamatan Marsden diperoleh fakta bahwa satu diantara 20.000 partikel alfa akan membelok sudut 90° bahkan lebih.
Berdasarkan gejala-gejala yang terjadi, diperoleh beberapa kesipulan beberapa berikut:
  1. Atom bukan merupakan bola pejal, karena hampir semua partikel alfa diteruskan
  2. Jika lempeng emas tersebut dianggap sebagai satu lapisanatom-atom emas, maka didalam atom emas terdapat partikel yang sangat kecil yang bermuatan positif.
  3. Partikel tersebut merupakan partikelyang menyusun suatu inti atom, berdasarkan fakta bahwa 1 dari 20.000 partikel alfa akan dibelokkan. Bila perbandingan 1:20.000 merupakan perbandingan diameter, maka didapatkan ukuran inti atom kira-kira 10.000 lebih kecil daripada ukuran atom keseluruhan.
Berdasarkan fakta-fakta yang didapatkan dari percobaan tersebut, Rutherford mengusulkan model atom yang dikenal dengan Model Atom Rutherford yang menyatakan bahwa Atom terdiri dari inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif, dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif. Rutherford menduga bahwa didalam inti atom terdapat partikel netral yang berfungsi mengikat partikel-partikel positif agar tidak saling tolak menolak.
Model atom Rutherford dapat digambarkan sebagai beriukut:
atom rutherford
Kelemahan:
Tidak dapat menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke dalam inti atom.
4. Teori Atom Bohr
ada tahun 1913, pakar fisika Denmark bernama Neils Bohr memperbaiki kegagalan atom Rutherford melalui percobaannya tentang spektrum atom hidrogen. Percobaannya ini berhasil memberikan gambaran keadaan elektron dalam menempati daerah disekitar inti atom. Penjelasan Bohr tentang atom hidrogen melibatkan gabungan antara teori klasik dari Rutherford dan teori kuantum dari Planck,
diungkapkan dengan empat postulat, sebagai berikut:
  1. Hanya ada seperangkat orbit tertentu yang diperbolehkan bagi satu elektron dalam atom hidrogen. Orbit ini dikenal sebagai keadaan gerak stasioner (menetap) elektron dan merupakan lintasan melingkar disekeliling inti.
  2. Selama elektron berada dalam lintasan stasioner, energi elektron tetap sehingga tidak ada energi dalam bentuk radiasi yang dipancarkan maupun diserap.
  3. Elektron hanya dapat berpindah dari satu lintasan stasioner ke lintasan stasioner lain. Pada peralihan ini, sejumlah energi tertentu terlibat, besarnya sesuai dengan persamaan planck, ΔE = hv.
  4. Lintasan stasioner yang dibolehkan memilki besaran dengan sifat-sifat tertentu, terutama sifat yang disebut momentum sudut. Besarnya momentum sudut merupakan kelipatan dari h/2∏ atau nh/2∏, dengan n adalah bilangan bulat dan h tetapan planck.
Menurut model atom bohr, elektron-elektron mengelilingi inti pada lintasan-lintasan tertentu yang disebut kulit elektron atau tingkat energi. Tingkat energi paling rendah adalah kulit elektron yang terletak paling dalam, semakin keluar semakin besar nomor kulitnya dan semakin tinggi tingkat energinya.
atom Bohr
Kelemahan:
Model atom ini tidak bisa menjelaskan spektrum warna dari atom berelektron banyak.
5. Teori Atom Modern
Model atom mekanika kuantum dikembangkan oleh Erwin Schrodinger (1926).Sebelum Erwin Schrodinger, seorang ahli dari Jerman Werner Heisenberg mengembangkan teori mekanika kuantum yang dikenal dengan prinsip ketidakpastian yaitu “Tidak mungkin dapat ditentukan kedudukan dan momentum suatu benda secara seksama pada saat bersamaan, yang dapat ditentukan adalah kebolehjadian menemukan elektron pada jarak tertentu dari inti atom”.
Daerah ruang di sekitar inti dengan kebolehjadian untuk mendapatkan elektron disebut orbital. Bentuk dan tingkat energi orbital dirumuskan oleh Erwin Schrodinger.Erwin Schrodinger memecahkan suatu persamaan untuk mendapatkan fungsi gelombang untuk menggambarkan batas kemungkinan ditemukannya elektron dalam tiga dimensi

.atom modern
Persamaan Schrodinger
persamaan
x,y dan z
Y
m
ђ
E
V
= Posisi dalam tiga dimensi
= Fungsi gelombang
= massa
= h/2p dimana h = konstanta plank dan p = 3,14
= Energi total
= Energi potensial
Model atom dengan orbital lintasan elektron ini disebut model atom modern atau model atom mekanika kuantum yang berlaku sampai saat ini, seperti terlihat pada gambar berikut ini.
Awan elektron disekitar inti menunjukan tempat kebolehjadian elektron. Orbital menggambarkan tingkat energi elektron. Orbital-orbital dengan tingkat energi yang sama atau hampir sama akan membentuk sub kulit. Beberapa sub kulit bergabung membentuk kulit.Dengan demikian kulit terdiri dari beberapa sub kulit dan subkulit terdiri dari beberapa orbital. Walaupun posisi kulitnya sama tetapi posisi orbitalnya belum tentu sama.

Ciri khas model atom mekanika gelombang
  1. Gerakan elektron memiliki sifat gelombang, sehingga lintasannya (orbitnya) tidak stasioner seperti model Bohr, tetapi mengikuti penyelesaian kuadrat fungsi gelombang yang disebut orbital (bentuk tiga dimensi darikebolehjadian paling besar ditemukannya elektron dengan keadaan tertentu dalam suatu atom)
  2. Bentuk dan ukuran orbital bergantung pada harga dari ketiga bilangan kuantumnya. (Elektron yang menempati orbital dinyatakan dalam bilangan kuantum tersebut)
  3. Posisi elektron sejauh 0,529 Amstrong dari inti H menurut Bohr bukannya sesuatu yang pasti, tetapi bolehjadi merupakan peluang terbesar ditemukannya elektron.

c.     Perkembangan model Atom

Macam-macam Model Atom

1. Model Atom John Dalton

Pada tahun 1808, John Dalton yang merupakan seorang guru di Inggris, melakukan perenungan tentang atom. Hasil perenungan Dalton menyempurnakan teori atom Democritus. Bayangan Dalton dan Democritus adalah bahwa atom berbentuk pejal.. Dalam renungannya Dalton mengemukakan postulatnya tentang atom:
  1. Setiap unsur terdiri dari partikel yang sangat kecil yang dinamakan dengan atom
  2. Atom dari unsur yang sama memiliiki sifat yang sama
  3. Atom dari unsur berbeda memiliki sifat yang berbeda pula
  4. Atom dari suatu unsur tidak dapat diubah menjadi atom unsur lain dengan reaksi kimia, atom tidak dapat dimusnahkan dan atom juga tidak dapat dihancurkan
  5. Atom-atom dapat bergabung membentuk gabungan atom yang disebut molekul
  6. Dalam senyawa, perbandingan massa masing-masing unsur adalah tetap
Teori atom Dalton mulai membangkitkan minat terhadap penelitian mengenai model atom. Namun, teori atom Dalton memiliki kekurangan, yaitu tidak dapat menerangkan suatu larutan dapat menghantarkan arus listrik. Bagaimana mungkin bola pejal dapat menghantarkan arus listrik padahal listrik adalah elektron yang bergerak. Berarti ada partikel lain yang dapat menghantarkan arus listrik.

2. Model Atom J.J. Thomson
Kelemahan model atom Thomson

Model Thomson ini tidak dapat menjelaskan susunan muatan positif dan negatif dalam bola atom tersebut.

3. Model Atom Rutherford

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/92/Rutherford_atom.svg/250px-Rutherford_atom.svg.png
Model atom Rutherford
Rutherford melakukan penelitian tentang hamburan sinar α pada lempeng emas. Hasil pengamatan tersebut dikembangkan dalam hipotesis model atom Rutherford.
a. Sebagian besar dari atom merupakan permukaan kosong.
b. Atom memiliki inti atom bermuatan positif yang merupakan pusat massa atom.
c. Elektron bergerak mengelilingi inti dengan kecepatan yang sangat tinggi.
d. Sebagian besar partikel α lewat tanpa mengalami pembelokkan/hambatan. Sebagian kecil dibelokkan, dan sedikit sekali yang dipantulkan.
Kelemahan Model Atom Rutherford
a. Menurut hukum fisika klasik, elektron yang bergerak mengelilingi inti memancarkan energi dalam bentuk gelombang elektromagnetik. Akibatnya, lama-kelamaan elektron itu akan kehabisan energi dan akhirnya menempel pada inti.
b. Model atom rutherford ini belum mampu menjelaskan dimana letak elektron dan cara rotasinya terhadap ini atom.
c. Elektron memancarkan energi ketika bergerak, sehingga energi atom menjadi tidak stabil.
d. Tidak dapat menjelaskan spektrum garis pada atom hidrogen (H).

4. Model Atom Niels Bohr

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/a5/Bohr_atom_model_English.svg/250px-Bohr_atom_model_English.svg.png

Model Atom Niels Bohr

Pada tahun 1913,
Niels Bohr mengemukakan pendapatnya bahwa elektron bergerak mengelilingi inti atom pada lintasan-lintasan tertentu yang disebut kulit atom. Model atom Bohr merupakan penyempurnaan dari model atom Rutherford.

Kelemahan teori atom Rutherford diperbaiki oleh Neils Bohr dengan postulat bohr :
a. Elektron-elektron yang mengelilingi inti mempunyai lintasan dan energi tertentu.
b. Dalam orbital tertentu, energi elektron adalah tetap. Elektron akan menyerap energi jika berpindah ke orbit yang lebih luar dan akan membebaskan energi jika berpindah ke orbit yang lebih dalam
Kelebihan model atom Bohr
atom terdiri dari beberapa kulit untuk tempat berpindahnya elektron.

Kelemahan model atom Bohr
a. tidak dapat menjelaskan efek Zeeman dan efek Strack.
b. Tidak dapat menerangkan kejadian-kejadian dalam ikatan kimia dengan baik, pengaruh medan magnet terhadap atom-atom, dan spektrum atom yang berelektron lebih banyak.
d.    Struktur Atom
Berdasarkan teori-teori yang telah dikemukakan oleh para ilmuan, maka dapat diketahui bahwa atom terdiri atas partikel-partikel yang lebih kecil lagi yang disebut partikel subatom. partikel-partikel tersebut yaitu:
i.ELEKTRON
 pada tahun 1890-an banyak ilmuan berlomba-lomba meneliti radiasi (radiation), yaitu pemancaran dan perambatan energi melalui ruang dalam bentuk gelombang.  Informasi yang diperoleh dari penelitian ini memberikan sumbangan besar pada pemahaman kita tentang struktur atom salah satu alat yang digunakan untuk menyelidiki fenomena ini adalah tabung sinar katoda, cikal bakal dari tabung televisi. Tabung berupa kaca yang sebagian besar udaranya sudah disedot keluar. Ketika dua lempeng logam dihubungkan dengan sumber tegangan tinggi.
 Lempeng yang bermuatan negatif disebut katoda, memancarakan sinar yang dilihat. Sinar katoda ini tertarik kelempeng bermuatan positif disebut anoda, dimana sinar itu akan melalui suatu lubang dan terus merambat menuju ujung tabung yang satunya. Ketika sinar ini menumbuk permukaan yang dilapisi secara khusus, sinar katoda tersebut menghasilkan pendaran yang kuat, atau cahaya yang terang.
Dalam beberapa percobaan, ditambahkan dua lempengan bermuatan listrik dan sebuah magnet di luar tabung sinar katoda. Ketika medan magnetik dihidupkan dan medan listrik dimatikan, sinar katoda menumbuk titik A. Ketika hanya medan listrik yang dihidupkan, sinar akan menumbuk titik C. Ketika medan listrik dan medan magnetik kedua-duanya mati atau kedua-duanya hidup tetapi seimbang sehingga saling menghilangkan,  sinar menumbuk titik B.
 Menurut teori elektron magnetik, benda bermuatan yang bergerak berprilaku seperti sebuah magnet sehingga dapat berinteraksi dengan medan listrik dan medan magnetik yng dilaluinya. Karena sinar katoda ditarik oleh lempeng yang bermuatan positif dan ditolak oleh lempeng yang bermuatan negatif, sinar tersebut haruslah terdiri atas partikel-partikel yang bermuatan negatif. Kita mengenal partikel bermuatan negatif ini sebagai elektron.
ii. Radioaktivitas
Pada tahun 1895, seorang fisikawan jerman wilhelm Rontgen mengamati bahwa sinar katoda menyebabkan kaca dan logam memancarkan sinar yang tidak biasa. Radiasi yang berenergi tinggi ini menembus materi, menghitamkan lempeng fotografi yang tertutup, dan menyebabkan berbagai zat berfluoresensi. Karena sinar ini tidak dapat dibelokkan oleh magnet, berarti sinar ini tidak mengandung partikel bermuatan seperti sinar katoda. Rontgen menyebutnya sinar-x.
Tidak lama setelah penemuan rontgen, Antoine Becquerel, seorang profesor fisika di Paris, mulai mengkaji sifat-sifat  fluoresensi dari berbagai zat. Secara tidak sengaja, ia menemukan bahwa senyawa uranium dapat menyebabkan lempeng fotografi yang terbungkus berubah menghitam, bahwa tanpa ransangan sinar katoda. Seperti sinar-x, sinar dari senyawa uranium berenergi sangat tinggi dan tidak dapat dibelokkan oleh magnet, tetapi berbeda dengan sinar-x karena sinarnya dihasilkan secara spontan. Seorang mahasiwa bequerel, yaitu marie curie, mengusulkan nama radioaktivitas untuk menggambarkan pancaran spontan partikel atau radiasi ini. Jadi, disetiap unsur secara spontan memancarkan disebut radioaktif.
iii. Proton dan Inti
Rutherford membuat model baru untuk struktur atom, dengan anggapan bahwa sebagian besar dari atom pastilah berupa ruang kosong. Struktur ini akan memungkinkan sebagian partikel  menembus lembaran emas dengan sedikit atau tanpa pembelokan. Menurut proposisi rutherford, muatan positif atom terkumpul dalam inti (nucleus), yaitu suatu inti pusat yang padat yang terletak didalam atom. Setiap partikel  mendekat keinti dalam percobaan hamburan, partikel ini ,mengalami gaya tolak yang besar sehingga partikel membelok jauh. Bahkan, partikel  yang langsung menuju inti akan mengalami tolakan yang sangat besar sehingga dapat berbalik kembali arah datangnya.
Pertikel-partikel bermuatan positif dalam inti disebut proton. Dalam percobaan yang terpisah, ditemukan bahwa muatan setiap proton mempunyai magnitudo(besar) yang sama dengan elektron dan bahwa massanya adalah 1,67262 x  g sekitar 1840 kali massa elektron,yang muatanya berlawanan.

iv .Neutron
Model struktur atom rutherford menyisakan sebuah masalah penting yang belum terpecahkan. Telah diketahui bahwa Hidrogen, Atom yang paling sederhana,mengandung hanya satu proton dan bahwa atom Helium mengandung dua proton.jadi, perbandingan massa atom helium dan atom Hidrogen tentunya adalah 2:1 . (karena masaa elektron jauh lebih ringan dari pada massa proton, pengaruhnya dapat di abaikan). Tapi dalam kenyataanya adalah 4:1.
Rutherford dan rekan-rekannya  mempostulatkan bahwa pastilah terdapat jenis partikel sub atom yang lain dalam inti atom; pembuktiannya diberikan oleh fisikawan inggris yang lain, james chadwick, pada tahun 1932. Ketika chadwick menembakkan partikel   keselembar tipis Berilium, logam tersebut memancarkan radiasi yang berenergi sangat tinggi yang serupa dengan sinar- . percobaan selanjutnya menunjukkkan bahwa sinar itu sesungguhnya terdiri atas partikel netral yang mempunyai massa sedikit lebih besar dari pada massa proton. chadwick menamai partikal ini Neutron .

Titanium (SMAK Makassar)

0 komentar

Titanium adalah sebuah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol Ti dan nomor atom 22. Dia merupakan logam transisi yang ringan, kuat, berkilau, tahan korosi (termasuk tahan terhadap air laut dan klorin dengan warna putih-metalik-keperakan. Titanium digunakan dalam alloy kuat dan ringan (terutama dengan besi dan aluminum) dan merupakan senyawa terbanyaknya, titanium dioksida, digunakan dalam pigmen putih. Titanium dihargai lebih mahal daripada emas karena sifat-sifat logamnya.

1.1              Sejarah
(Latin: titans, anak pertama bumi dalam mitologi romawi) Ditemukan oleh Gregor di tahun 1791 dan dinamakan oleh Klaproth di tahun 1795. Titanium yang tidak murni dipersiapkan oleh Nilson dan Pettersson di tahun 1887, tetapi unsur yang murni tidak dibuat sampai pada tahun 1910 oleh Hunter dengan cara memanaskan TiCl4 dengan natrium dalam bom baja.
Kebanyakan sejarawan kredit William Gregor untuk penemuan titanium. Pada 1791, ia bekerja dengan menachanite (mineral yang ditemukan di Inggris) ketika dia mengenali elemen baru dan menerbitkan hasil. Unsur ini akhirnya ditemukan beberapa tahun kemudian di rutil bijih dengan MH Klaproth, seorang ahli kimia Jerman. Klaproth bernama titanium elemen setelah raksasa mitologi, para Titan. Kedua Gregor dan Klaproth bekerja dengan senyawa titanium. Isolasi signifikan pertama dari titanium murni hampir dicapai pada tahun 1875 oleh Kirillov di Rusia. Isolasi dari logam murni tidak menunjukkan sampai 1910 ketika Matius Hunter dan rekan-rekannya titanium tetraklorida bereaksi dengan sodium dalam bom baja dipanaskan. Proses ini menghasilkan potongan individu dari titanium murni. Pada pertengahan 1920-an, sekelompok ilmuwan Belanda menciptakan kabel kecil dari titanium murni dengan melakukan reaksi disosiasi pada tetraiodida titanium.
Demonstrasi ini diminta William Kroll untuk mulai bereksperimen dengan metode yang berbeda untuk efisien mengisolasi titanium. Percobaan awal menyebabkan perkembangan dari sebuah proses untuk mengisolasi titanium dengan reduksi dengan magnesium pada tahun 1937. Proses ini, sekarang disebut proses Kroll, masih proses utama untuk memproduksi titanium. Produk pertama yang dibuat dari titanium diperkenalkan sekitar tahun 1940-an dan termasuk hal-hal seperti kabel, lembaran, dan batang.
Sementara pekerjaan Kroll yang menunjukkan sebuah metode untuk produksi titanium pada skala laboratorium, butuh hampir satu dekade lebih sebelum bisa diadaptasi untuk produksi skala besar. Pekerjaan ini dilakukan oleh Amerika Serikat Biro Pertambangan 1938-1947 di bawah arahan RS Dean. Pada tahun 1947, mereka telah membuat berbagai modifikasi untuk proses Kroll dan menghasilkan hampir 2 ton dari logam titanium. Pada tahun 1948, DuPont membuka operasi manufaktur skala besar pertama.
Metode skala besar manufaktur diizinkan untuk penggunaan titanium sebagai bahan struktural. Pada tahun 1950, itu digunakan terutama oleh industri kedirgantaraan dalam pembangunan pesawat. Sejak titanium lebih unggul daripada baja untuk banyak aplikasi, industri berkembang pesat. Dengan 1953, produksi tahunan telah mencapai 2 juta lb (907.200 kg) dan pelanggan utama untuk titanium adalah militer Amerika Serikat. Pada tahun 1958, permintaan titanium turun secara signifikan karena militer bergeser fokusnya dari pesawat berawak ke rudal yang baja adalah lebih tepat. Sejak itu, industri titanium memiliki berbagai siklus permintaan tinggi dan rendah. Banyak aplikasi baru dan industri untuk titanium dan paduannya telah ditemukan selama ini. Hari ini, sekitar 80% dari titanium digunakan oleh industri kedirgantaraan dan 20% oleh non-kedirgantaraan industri.
2.1    Pengenalan
Penampilan
abu-abu putih perak metalik
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/db/Titan-crystal_bar.JPG/240px-Titan-crystal_bar.JPG
Ciri-ciri umum
titanium, Ti, 22
Dibaca
44, d
47.867(1)
[Ar] 3d2 4s2
2, 8, 10, 2
Kulit elektron dari titanium (2, 8, 10, 2)
Titanium adalah sebuah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol Ti dan nomor atom 22. merupakan logam transisi yang ringan, kuat, 'lustrous', tahan korosi (termasuk tahan terhadap air laut dan chlorine dengan warna putih-metalik-keperakan.
2.2    Sumber Titanium
Unsur ini terdapat di banyak mineral dengan sumber utama adalah Rutile (TiO 2) dan Ilmenite (FeTiO 3), yang tersebar luas di seluruh bumi. Ada 2 bentuk allotropic dan 5 isotop alami dari unsur ini;Ti-46 sampai Ti-50 dengan Ti-48 yang paling banyak terdapat di alam (73,8%).
Titanium ditemukan di meteor dan di dalam matahari. Bebatuan yang diambil oleh misi Apollo 17 menunjukkan keberadaan TiO2 sebanyak 12,1%. Garis-garis titanium oksida sangat jelas terlihat di spektrum bintang-bintang tipe M. Unsur ini merupakan unsur kesembilan terbanyak pada kerak bumi. Titanium selalu ada dalam igneous rocks (bebatuan) dan dalam sedimen yang diambil dari bebatuan tersebut. Ia juga terdapat dalam mineral rutile, ilmenite dan sphene dan terdapat dalam titanate dan bijih besi. Titanium juga terdapat di debu batubara, dalam tetumbuhan dan dalam tubuh manusia. Logam ini hanya dikutak-kutik di laboraturium sampai pada tahun 1946, Kroll menunjukkan cara memproduksi titanium secara komersil dengan mereduksi titanium tetraklorida dengan magnesium. Metoda ini yang dipakai secara umum saat ini. Selanjutnya logam titanium dapat dimurnikan dengan cara medekomposisikan iodanya.
Titanium adalah logam yang paling berlimpah keempat naik sekitar 0,62% dari kerak bumi. Jarang ditemukan dalam bentuknya yang murni, titanium biasanya ada di mineral seperti anatase, brookite, ilmenit, leucoxene, perovskit, rutil, dan sphene. Sementara titanium cukup melimpah, terus menjadi mahal karena sulit untuk mengisolasi.
Unsur ini terdapat di banyak mineral dengan sumber utama adalah rutile dan ilmenit, yang tersebar luas di seluruh Bumi. Ada dua bentuk alotropi dan lima isotop alami dari unsur ini; Ti-46 sampai Ti-50 dengan Ti-48 yang paling banyak terdapat di alam (73,8%). Sifat Titanium mirip dengan zirkonium secara kimia maupun fisika.


2.3       Sifat Titanium
2.3.1              Sifat fisik titanium
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxkibG3RxaSN51sKnDMoRf8nPQb_YHxvHCm72OibtROXKyUWGrHmWNbKrGQ5TnTryrNqaT__tAO420Rt16DhWNvbmoye1F1SjEMhMDSf2IBe1cBleiaPi8xWzkSca5Uz8s9uiUCNAnRl4/s200/polished-titanium-aqua-jewel-add-on-27650.jpg
Batu permata titania
     Titanium merupakan logam transisi yang bewarna putih keperakan. Titanium bersifat ringan dan kuat. Selain itu, titanium memiliki massa jenis yang rendah, keras, tahan karat, dan mudah diproduksi. Titanium juga tidak larut dalam larutan asam kuat dan tidak reaktif di udara karena memilki lapisan oksida dan nitrida sebagai pelindung. Logam ini tahan pengikisan 20 kali lebih besar daripada logam campuran tembaga nikel. Batu permata titania lebih tampak cemerlang dari intan apabila dipotong dan dipoles dengan baik. 

 Pada sistem periodik terletak pada golongan IVB dan periode 4. Nomor atom titanium adalah 22 dengan massa atom relatifnya adalah 47,88 gr/mol. Titanium memiliki titik lebur 1.660*C dan titik didih 3.287*C.

Sifat fisika
Massa jenis (mendekati suhu kamar)
4.506 g·cm−3
Massa jenis cairan pada t.l.
4.11 g·cm−3
1941 K3034 °F 1668 °C, ,
5949 °F 3287 °C, 3560 K,
425 kJ·mol−1
25.060 J·mol−1·K−1
P (Pa)
1
10
100
1 k
10 k
100 k
at T (K)
1982
2171
(2403)
2692
3064
3558


2.3.2       sifat kimia
·      Reaksi dengan Air
Titanium akan bereaksi dengan air membentuk Titanium dioksida dan hydrogen.
Ti(s) + 2H2O(g)
TiO2(s) + 2H2(g)
·       Reaksi dengan Udara
Ketika Titanium dibakar di udara akan menghasilkan Titanium dioksida dengan nyala putih yang terang dan ketika dibakar dengan Nitrogen murni akan menghasilkan Titanium Nitrida.
Ti(s) + O2(g)
TiO2(s)
2Ti(s) + N2(g)
TiN(s)

·      Reaksi dengan Halogen
Reaksi Titanium dengan Halogen menghasilkan Titanium Halida. Reaksi dengan Fluor berlangsung pada suhu 200°C.
Ti(s) + 2F2(s)
TiF4(s)
Ti(s) + 2Cl2(g)
TiCl4(s)
Ti(s) + 2Br2(l)
TiBr4(s)
Ti(s) + 2I2(s)
TiI4(s)

·      Reaksi dengan Asam
Logam Titanium tidak bereaksi dengan asam mineral pada temperatur normal tetapi dengan asam hidrofluorik yang panas membentuk kompleks anion (TiF6)3-
2Ti(s) + 2HF (aq)
2(TiF6)3-(aq) + 3 H2(g) + 6 H+(aq)
       
·      Reaksi dengan Basa
Titanium tidak bereaksi dengan alkali pada temperatur normal, tetapi pada keadaan panas.
2.3.4        Sifat Mekanik Titanium
Sifat magnetik
Resistivitas listrik
(20 °C) 0.420 µΩ·m
Konduktivitas termal
(300 K) 21.9 W/(m·K)
Ekspansi termal
(25 °C) 8.6 µm/(m·K)
Kecepatan suara (pada wujud kawat)
(suhu kamar) 5090 m/s
Modulus Young
116 GPa
Modulus geser
44 GPa
Modulus ruah
110 GPa
Nisbah Poisson
0.32
Skala kekerasan Mohs
6.0
Kekerasan Vickers
970 MPa
Kekerasan Brinell
716 MPa














2.4       Kegunaan Titanium
·         Militer. Oleh karena kekuatannya, unsur ini digunakan untuk membuat peralatan perang (tank) dan untuk membuat pesawat ruang angkasa.

·         Industri. Beberapa mesin pemindah panas (heat exchanger)dan bejana bertekanan tinggi serta pipa-pipa tahan korosi memakai bahan titanium.

·         Kedokteran. Bahan implan gigi, penyambung tulang, pengganti tulang tengkorak, struktur penahan katup jantung.

·         Mesin. Material pengganti untuk batang piston.

·         Perikanan. Karena sifat Titanium yang kuat, ringan, dan tahan korosif air laut jadi untuk pembuatan pancingan.
  • TiCl4 , memegang peranan penting pada metalurgi titanium dan digunakan dalam pembuatan katalis untuk produksi polietilena dan plastik lainnya.
  • Natrium Titanat
Dapat digunakan untuk pesawat televisi, radar, mikrofon dan fonograf.
  • Titanium Tetraklorida
Dapat digunakan untuk mordan (pengikat) pada pewarnaan.
  • Titanium Oksida
Dapat digunakan untuk pembuatan batang las, email porselen, karet, kertas dan tekstil.
  • Titania
    Dapat digunakan untuk perhiasan (batu titania).
  • Di Rusia, Titanium menjadi bahan utama dalm pembuatan kapal angkatan perang termasuk kapal selam seperti kelas Alfa, Mike dan juga Typhoon karena kekuatannya terhadap air laut.
§  Titanium digunakan dalam produksi implan manusia karena memiliki kompatibilitas yang baik dengan tubuh manusia. Salah satu penggunaan yang terakhir yang paling menonjol dari titanium yang ada di hati buatan pertama ditanamkan pada manusia pada tahun 2001. Kegunaan lain dari titanium dalam penggantian pinggul, alat pacu jantung, defibrillator, dan siku dan sendi pinggul.
§  Digunakan dalam pembuatan hal-hal seperti sepatu, perhiasan, komputer, peralatan olahraga, jam tangan, dan patung. Sebagai titanium dioksida, digunakan sebagai pigmen putih dalam plastik, kertas cat, dan. Hal ini bahkan digunakan sebagai pewarna makanan putih dan sebagai tabir surya dalam produk kosmetik.

§  Ti5.5Al3.5Sn3Zr1Nb
Al
5,2-5,7%
Sn
3,0-4,0%
Zr
2,50-3,50%
Nb
0,70-1,30%
Mo
0,25-0,35%
Si
0,25-0,50%
C
<0,08%
O 2
0,09-0,15%
N 2
<0,03%
H 2
<0,006%
Lain-lain
<0,20%
Ti
Keseimbangan








§  Dikenal sebagai Timetal 829
§  Dirancang untuk digunakan dalam mesin   turbin gas.





·         F22
Titanium 64 (Ti-64)
36%
Termoset Komposit
24%
Aluminium (Al)
16%
Bahan Lainnya*
15%
Baja
6%
Titanium 62222 ( (Ti-62222)
3%
Komposit Termoplastik
> 1%
§  Fungsi:
§  Digunakan untuk untuk memaksimalkan kinerja pesawat
§  Biasa digunakan dalam bidang militer




·    Ti-5553 (Ti-5Al-5V-5Mo-3Cr)
Digunakan dalam komponen struktural pesawat Boeing.
Elemen
Hasilnya,% wt
Karbon
0.009
Besi
0.31
Molibdenum
4.71
Aluminium
5.12
Titanium
Balance
Vanadium
4.72
Silicon
0.05
Khrom
2.77
Oksigen
0.1282
Nitrogen
0.0055
Hidrogen
0.0038




    












2.5       Proses Pembuatan Titanium
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJ7-P9zeacydn7fuOMx6Pib7ROyK1Lfpk2sa31XYjSN8XRoBFJ4UR447TGD2TQ5mX7l7INRbPY9HeW-er2omxc1JZuOCtos1r0JIT694UNNyTNEfiMzUH9rNTeu0tP7jyNsbiknRb90VeJ/s1600/titan.png
Titanium dialam terdapat dalam bentuk bijih seperti rutil (TiO2) dan ilmenit ( FeTiO3). Salah satu metode yang digunakan dalam proses pembuatan titanium adalah Metode Kroll yang banyak menggunakan klor dan karbon. Hasil reaksinya adalah titanium tetraklorida yang kemudian dipisahkan dengan besi triklorida dengan menggunakan proses distilasi. Senyawa titanium tetraklorida, kemudian direduksi oleh magnesium menjadi logam murni. Udara dikeluarkan agar logam yang dihasilkan tidak dikotori oleh unsur oksigen dan nitrogen. Sisa reaksi adalah antara magnesium dan magnesium diklorida yang kemudian dikeluarkan dari hasil reaksi menggunakan air dan asam klorida sehingga meninggalkan spons titanium. Spon ini akan mencair dibawah tekanan helium atau argon yang pada akhirnya membeku dan membentuk batangan titanium murni. Untuk lebih jelasnya teruraikan sebagai berikut :
Bahan Baku
Titanium diperoleh dari bijih berbagai yang terjadi secara alami di bumi. Bijih-bijih utama yang digunakan untuk produksi titanium termasuk ilmenit, leucoxene, dan rutil. Sumber penting lainnya termasuk anatase, perovskit, dan sphene.
Ilmenite dan leucoxene adalah bijih titaniferous. Ilmenit (FeTiO3) mengandung titanium dioksida sekitar 53%. Leucoxene memiliki komposisi yang sama tetapi memiliki sekitar titanium dioksida 90%. Mereka ditemukan terkait dengan deposito hard rock atau di pantai dan pasir aluvial. Rutile relatif murni titanium dioksida (TiO2).
Perovskit (CaTiO3) dan sphene (Cati-SiO5) adalah kalsium dan bijih titanium. Baik dari bahan yang digunakan dalam produksi komersial dari titanium karena kesulitan dalam menghilangkan kalsium. Di masa depan, ada kemungkinan bahwa perovskit dapat digunakan secara komersial karena mengandung titanium dioksida hampir 60% dan hanya memiliki kalsium sebagai pengotor. Sphene memiliki silikon sebagai pengotor kedua yang membuatnya bahkan lebih sulit untuk mengisolasi titanium.
Selain bijih, senyawa lain yang digunakan dalam produksi titanium termasuk gas klor, karbon, dan magnesium.
Proses
Titanium diproduksi menggunakan proses Kroll. Langkah-langkah yang terlibat termasuk ekstraksi, pemurnian, produksi spons, pembuatan paduan, dan membentuk dan membentuk. Di Amerika Serikat, banyak produsen spesialis dalam fase yang berbeda dari produksi ini. Misalnya, ada produsen yang hanya membuat spons, yang lain yang hanya mencair dan menciptakan paduan, dan yang lain yang menghasilkan produk akhir. Saat ini, tidak ada produsen tunggal melengkapi semua langkah ini.
Pencabutan
* 1 Pada awal produksi, produsen menerima titanium konsentrat dari tambang. Sementara rutil dapat digunakan dalam bentuk alami, ilmenit diproses untuk menghilangkan zat besi sehingga berisi titanium dioksida paling sedikit 85%. Bahan-bahan ini dimasukkan ke dalam reaktor fluidized-tempat tidur bersama dengan gas klor dan karbon. Materi yang dipanaskan sampai 1.652 ° F (900 ° C) dan hasil reaksi kimia berikutnya dalam penciptaan murni titanium tetraklorida (TiCl4) dan karbon monoksida. Kotoran adalah hasil dari kenyataan bahwa titanium dioksida murni tidak digunakan di awal. Oleh karena itu berbagai klorida logam yang tidak diinginkan yang dihasilkan harus dibuang.
Pemurnian
* 2 logam bereaksi dimasukkan ke dalam tangki penyulingan besar dan dipanaskan. Selama langkah ini, kotoran dipisahkan dengan menggunakan distilasi fraksional dan presipitasi. Tindakan ini menghilangkan klorida logam termasuk besi, vanadium, zirkonium, silikon, dan magnesium.
Produksi spons
* 3 Selanjutnya, dimurnikan titanium tetraklorida ditransfer sebagai cairan ke bejana reaktor stainless steel. Magnesium kemudian ditambahkan dan wadah dipanaskan sampai sekitar 2012 ° F (1.100 ° C). Argon dipompa ke dalam wadah sehingga udara akan dihapus dan kontaminasi dengan oksigen atau nitrogen dicegah. Magnesium bereaksi dengan klor menghasilkan magnesium klorida cair. Hal ini membuat padat titanium murni karena titik leleh dari titanium lebih tinggi dari reaksi.

             * 4 Padatan titanium dikeluarkan dari reaktor dengan membosankan dan kemudian diobati dengan air dan asam klorida untuk menghapus kelebihan magnesium dan magnesium klorida. Padatan yang dihasilkan adalah logam berpori yang disebut spons.
Paduan penciptaan
* 5 Spons titanium murni kemudian dapat diubah menjadi paduan yang dapat digunakan melalui tanur habis-elektroda. Pada titik ini, spons dicampur dengan penambahan paduan berbagai besi tua. Proporsi yang tepat dari spons untuk bahan paduan diformulasikan di laboratorium sebelum produksi. Massa ini kemudian ditekan ke compacts dan dilas bersama-sama, membentuk elektroda spons.

            * 6 Elektroda spons kemudian ditempatkan dalam tungku busur vakum untuk mencair. Dalam wadah air-cooled, tembaga, busur listrik digunakan untuk melelehkan elektroda spons untuk membentuk ingot. Semua udara dalam wadah yang baik dihapus (membentuk ruang hampa) atau atmosfer diisi dengan argon untuk mencegah kontaminasi. Biasanya, ingot tersebut remelted satu atau dua kali untuk menghasilkan ingot diterima secara komersial. Di Amerika Serikat, paling ingot dihasilkan dengan metode ini berat sekitar 9.000 lb (4,082 kg) dan 30 di (76,2 cm) di diameter.

            * 7 Setelah ingot dibuat, tersebut akan dihapus dari tungku dan diperiksa dari kerusakan. Permukaan dapat dikondisikan seperti yang diperlukan untuk pelanggan. Ingot kemudian dapat dikirim ke produsen barang jadi di tempat yang dapat digiling dan dibuat menjadi berbagai produk.
Produk samping / Limbah
Selama produksi titanium murni sejumlah besar magnesium klorida yang dihasilkan. Bahan ini didaur ulang dalam sel daur ulang segera setelah diproduksi. Sel daur ulang pertama memisahkan logam magnesium keluar maka gas klor dikumpulkan. Kedua komponen yang digunakan kembali dalam produksi titanium.

Masa Depan
Masa Depan kemajuan dalam pembuatan titanium adalah mungkin ditemukan dalam bidang produksi ingot ditingkatkan, pengembangan paduan baru, pengurangan biaya produksi, dan aplikasi untuk industri-industri baru. Saat ini, ada kebutuhan untuk ingot lebih besar daripada yang dapat dihasilkan oleh tungku yang tersedia. Penelitian ini sedang berlangsung untuk mengembangkan tungku yang lebih besar yang dapat memenuhi kebutuhan ini. Penelitian juga sedang dilakukan untuk menemukan komposisi yang optimal dari berbagai paduan titanium. Pada akhirnya, peneliti berharap bahwa bahan-bahan khusus dengan mikro dikendalikan akan mudah diproduksi. Akhirnya, para peneliti telah menyelidiki metode yang berbeda untuk pemurnian titanium. Baru-baru ini ilmuwan di Universitas Cambridge mengumumkan metode untuk memproduksi titanium murni langsung dari titanium dioksida. Hal ini secara substansial dapat mengurangi biaya produksi dan meningkatkan ketersediaan.
2.6               lain-lain
Keunggulan Titanium
  • Salah satu karakteristik Titanium yang paling terkenal adalah dia sama kuat dengan baja tapi hanya 60% dari berat baja.
  • Kekuatan lelah (fatigue strength) yang lebih tinggi daripada paduan aluminium.
  • Tahan suhu tinggi. Ketika temperatur pemakaian melebihi 150 C maka dibutuhkan titanium karena aluminium akan kehilangan kekuatannya secara nyata.
  • Tahan korosi. Ketahanan korosi titanium lebih tinggi daripada aluminium dan baja.
  • Dengan rasio berat-kekuatan yang lebih rendah daripada aluminium, maka komponen-komponen yang terbuat dari titanium membutuhkan ruang yang lebih sedikit dibanding aluminium.[2]

Kamis, 02 Mei 2013

ATOM ( Sekolah Menengah Analis Kimia Makassar)


a.     Defenisi Atom
sekitar 2,5 abad yang lalu ahli filsafat yunani Leucippus berpendapat bahwa materi tersusun dari butiran-butiran kecil. Pendapat ini dikembangkan oleh Democritus muridnya, bahwa materi tersusun dari partikel-partikel terkecil yang tidak dapat dibagi lagi. partikel ini disebut Atom. Konsep atom tersebut masih berupa pemikiran filosofis dan tidak di dukung oleh bukti atau belum teruji sehingga belum memberikan arti yang yang cukup di bidang keilmuan. Baru setelah perumusan hukum kekekalan massa dan perbandingan tetap yang merupakan hasil pengamatan terhadap suatu reaksi kimia, konsep atom mulai difikirkan lagi oleh seorang ahli kimia inggris bernama John Dalton pada abad ke-18.
Berdasarkan teori atom Dalton, kita dapat mendefenisikan atom sebagai unit terkecil dari suatu unsur yang dapat melakukan penggabungan kimia. Dalton membayangkan suatu atom yang sangat kecil dan tidak dapat dibagi lagi. Tetapi, serangkaian penyelidikan yang dimulai pada tahun 1850-an dan dilanjutkan pada abad ke-19 secara jelas menujukkan bahwa atom sesungguhnya memiliki struktur internal: yaitu, atom tersusun atas partikel-partikel yang lebih kecil lagi, yang disebut patikel subatom. Penelitian tersebut mengarah pada penemuan tiga partikel subatom yaitu: elektron, proton dan neutron.
Jadi, definisi atom adalah bagian terkecil dari suatu zat / unsur yang tidak dapat dibagi-bagi lagiu dengan cara reaksi kimia biasa. Atom terdiri atas inti atom bermuatan positif (tersusun oleh proton dan neutron), dengan electron sebagai awan yang mengelilingi.
Atom dilambangkan dengan ,
dimana  :
X = Lambang Unsur
A = nomor massa (menunjukkan massa atom, merupakan jumlah proton dan neutron)
Z = nomor atom (menunjukkan jumlah elektron atau proton).
 Proton bermuatan positif, neutron tidak bermuatan (netral), dan elektron bermuatan negatif. Massa proton = massa neutron = 1.800 kali massa elektron. Atom-atom yang memiliki nomor atom sama dan nomor massa berbeda disebut isotop, atom-atom yang memiliki nomor massa sama dan nomor atom berbeda dinamakan isobar, atom-atom yang memiliiki jumlah neutron yang sama dinamakan isoton.


b.    Perkembangan teori Atom

1. Teori Atom John Dalton
Pada tahun 1803, John Dalton mengemukakan mengemukakan pendapatnaya tentang atom. Teori atom Dalton didasarkan pada dua hukum, yaitu hukum kekekalan massa (hukum Lavoisier) dan hukum susunan tetap (hukum prouts). Lavosier mennyatakan bahwa “Massa total zat-zat sebelum reaksi akan selalu sama dengan massa total zat-zat hasil reaksi”. Sedangkan Prouts menyatakan bahwa “Perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa selalu tetap”. Dari kedua hukum tersebut Dalton mengemukakan pendapatnya tentang atom sebagai berikut:
  1. Atom merupakan bagian terkecil dari materi yang sudah tidak dapat dibagi lagi
  2. Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil, suatu unsur memiliki atom-atom yang identik dan berbeda untuk unsur yang berbeda
  3. Atom-atom bergabung membentuk senyawa dengan perbandingan bilangan bulat dan sederhana. Misalnya air terdiri atom-atom hidrogen dan atom-atom oksigen
  4. Reaksi kimia merupakan pemisahan atau penggabungan atau penyusunan kembali dari atom-atom, sehingga atom tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan.
Hipotesa Dalton digambarkan dengan model atom sebagai bola pejal seperti pada tolak peluru. Seperti gambar berikut ini:
model atom dalton
Kelemahan:
Teori dalton tidak menerangkan hubungan antara larutan senyawa dan daya hantar arus listrik.
2. Teori Atom J. J. Thomson
Berdasarkan penemuan tabung katode yang lebih baik oleh William Crookers, maka J.J. Thomson meneliti lebih lanjut tentang sinar katode dan dapat dipastikan bahwa sinar katode merupakan partikel, sebab dapat memutar baling-baling yang diletakkan diantara katode dan anode. Dari hasil percobaan ini,
Thomson menyatakan bahwa sinar katode merupakan partikel penyusun atom (partikel subatom) yang bermuatan negatif dan selanjutnya disebut elektron.
Atom merupakan partikel yang bersifat netral, oleh karena elektron bermuatan negatif, maka harus ada partikel lain yang bermuatan positifuntuk menetrallkan muatan negatif elektron tersebut. Dari penemuannya tersebut, Thomson memperbaiki kelemahan dari teori atom dalton dan mengemukakan teori atomnya yang dikenal sebagai Teori Atom Thomson. Yang menyatakan bahwa:
“Atom merupakan bola pejal yang bermuatan positif dan didalamya tersebar muatan negatif elektron”
Model atom ini dapat digambarkan sebagai jambu biji yang sudah dikelupas kulitnya. biji jambu menggambarkan elektron yang tersebar marata dalam bola daging jambu yang pejal, yang pada model atom Thomson dianalogikan sebagai bola positif yang pejal. Model atom Thomson dapat digambarkan sebagai berikut:
atom thomson
Kelemahan:
Kelemahan model atom Thomson ini tidak dapat menjelaskan susunan muatan positif dan negatif dalam bola atom tersebut.

3. Teori Atom Rutherford
Rutherford bersama dua orang muridnya (Hans Geigerdan Erners Masreden) melakukan percobaan yang dikenal dengan hamburan sinar alfa (λ) terhadap lempeng tipis emas. Sebelumya telah ditemukan adanya partikel alfa, yaitu partikel yang bermuatan positif dan bergerak lurus, berdaya tembus besar sehingga dapat menembus lembaran tipis kertas. Percobaan tersebut sebenarnya bertujuan untuk menguji pendapat Thomson, yakni apakah atom itu betul-betul merupakan bola pejal yang positif yang bila dikenai partikel alfa akan dipantulkan atau dibelokkan.
 Dari pengamatan mereka, didapatkan fakta bahwa apabila partikel alfa ditembakkan pada lempeng emas yang sangat tipis, maka sebagian besar partikel alfa diteruskan (ada penyimpangan sudut kurang dari 1°), tetapi dari pengamatan Marsden diperoleh fakta bahwa satu diantara 20.000 partikel alfa akan membelok sudut 90° bahkan lebih.
Berdasarkan gejala-gejala yang terjadi, diperoleh beberapa kesipulan beberapa berikut:
  1. Atom bukan merupakan bola pejal, karena hampir semua partikel alfa diteruskan
  2. Jika lempeng emas tersebut dianggap sebagai satu lapisanatom-atom emas, maka didalam atom emas terdapat partikel yang sangat kecil yang bermuatan positif.
  3. Partikel tersebut merupakan partikelyang menyusun suatu inti atom, berdasarkan fakta bahwa 1 dari 20.000 partikel alfa akan dibelokkan. Bila perbandingan 1:20.000 merupakan perbandingan diameter, maka didapatkan ukuran inti atom kira-kira 10.000 lebih kecil daripada ukuran atom keseluruhan.
Berdasarkan fakta-fakta yang didapatkan dari percobaan tersebut, Rutherford mengusulkan model atom yang dikenal dengan Model Atom Rutherford yang menyatakan bahwa Atom terdiri dari inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif, dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif. Rutherford menduga bahwa didalam inti atom terdapat partikel netral yang berfungsi mengikat partikel-partikel positif agar tidak saling tolak menolak.
Model atom Rutherford dapat digambarkan sebagai beriukut:
atom rutherford
Kelemahan:
Tidak dapat menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke dalam inti atom.
4. Teori Atom Bohr
ada tahun 1913, pakar fisika Denmark bernama Neils Bohr memperbaiki kegagalan atom Rutherford melalui percobaannya tentang spektrum atom hidrogen. Percobaannya ini berhasil memberikan gambaran keadaan elektron dalam menempati daerah disekitar inti atom. Penjelasan Bohr tentang atom hidrogen melibatkan gabungan antara teori klasik dari Rutherford dan teori kuantum dari Planck,
diungkapkan dengan empat postulat, sebagai berikut:
  1. Hanya ada seperangkat orbit tertentu yang diperbolehkan bagi satu elektron dalam atom hidrogen. Orbit ini dikenal sebagai keadaan gerak stasioner (menetap) elektron dan merupakan lintasan melingkar disekeliling inti.
  2. Selama elektron berada dalam lintasan stasioner, energi elektron tetap sehingga tidak ada energi dalam bentuk radiasi yang dipancarkan maupun diserap.
  3. Elektron hanya dapat berpindah dari satu lintasan stasioner ke lintasan stasioner lain. Pada peralihan ini, sejumlah energi tertentu terlibat, besarnya sesuai dengan persamaan planck, ΔE = hv.
  4. Lintasan stasioner yang dibolehkan memilki besaran dengan sifat-sifat tertentu, terutama sifat yang disebut momentum sudut. Besarnya momentum sudut merupakan kelipatan dari h/2∏ atau nh/2∏, dengan n adalah bilangan bulat dan h tetapan planck.
Menurut model atom bohr, elektron-elektron mengelilingi inti pada lintasan-lintasan tertentu yang disebut kulit elektron atau tingkat energi. Tingkat energi paling rendah adalah kulit elektron yang terletak paling dalam, semakin keluar semakin besar nomor kulitnya dan semakin tinggi tingkat energinya.
atom Bohr
Kelemahan:
Model atom ini tidak bisa menjelaskan spektrum warna dari atom berelektron banyak.
5. Teori Atom Modern
Model atom mekanika kuantum dikembangkan oleh Erwin Schrodinger (1926).Sebelum Erwin Schrodinger, seorang ahli dari Jerman Werner Heisenberg mengembangkan teori mekanika kuantum yang dikenal dengan prinsip ketidakpastian yaitu “Tidak mungkin dapat ditentukan kedudukan dan momentum suatu benda secara seksama pada saat bersamaan, yang dapat ditentukan adalah kebolehjadian menemukan elektron pada jarak tertentu dari inti atom”.
Daerah ruang di sekitar inti dengan kebolehjadian untuk mendapatkan elektron disebut orbital. Bentuk dan tingkat energi orbital dirumuskan oleh Erwin Schrodinger.Erwin Schrodinger memecahkan suatu persamaan untuk mendapatkan fungsi gelombang untuk menggambarkan batas kemungkinan ditemukannya elektron dalam tiga dimensi

.atom modern
Persamaan Schrodinger
persamaan
x,y dan z
Y
m
ђ
E
V
= Posisi dalam tiga dimensi
= Fungsi gelombang
= massa
= h/2p dimana h = konstanta plank dan p = 3,14
= Energi total
= Energi potensial
Model atom dengan orbital lintasan elektron ini disebut model atom modern atau model atom mekanika kuantum yang berlaku sampai saat ini, seperti terlihat pada gambar berikut ini.
Awan elektron disekitar inti menunjukan tempat kebolehjadian elektron. Orbital menggambarkan tingkat energi elektron. Orbital-orbital dengan tingkat energi yang sama atau hampir sama akan membentuk sub kulit. Beberapa sub kulit bergabung membentuk kulit.Dengan demikian kulit terdiri dari beberapa sub kulit dan subkulit terdiri dari beberapa orbital. Walaupun posisi kulitnya sama tetapi posisi orbitalnya belum tentu sama.

Ciri khas model atom mekanika gelombang
  1. Gerakan elektron memiliki sifat gelombang, sehingga lintasannya (orbitnya) tidak stasioner seperti model Bohr, tetapi mengikuti penyelesaian kuadrat fungsi gelombang yang disebut orbital (bentuk tiga dimensi darikebolehjadian paling besar ditemukannya elektron dengan keadaan tertentu dalam suatu atom)
  2. Bentuk dan ukuran orbital bergantung pada harga dari ketiga bilangan kuantumnya. (Elektron yang menempati orbital dinyatakan dalam bilangan kuantum tersebut)
  3. Posisi elektron sejauh 0,529 Amstrong dari inti H menurut Bohr bukannya sesuatu yang pasti, tetapi bolehjadi merupakan peluang terbesar ditemukannya elektron.

c.     Perkembangan model Atom

Macam-macam Model Atom

1. Model Atom John Dalton

Pada tahun 1808, John Dalton yang merupakan seorang guru di Inggris, melakukan perenungan tentang atom. Hasil perenungan Dalton menyempurnakan teori atom Democritus. Bayangan Dalton dan Democritus adalah bahwa atom berbentuk pejal.. Dalam renungannya Dalton mengemukakan postulatnya tentang atom:
  1. Setiap unsur terdiri dari partikel yang sangat kecil yang dinamakan dengan atom
  2. Atom dari unsur yang sama memiliiki sifat yang sama
  3. Atom dari unsur berbeda memiliki sifat yang berbeda pula
  4. Atom dari suatu unsur tidak dapat diubah menjadi atom unsur lain dengan reaksi kimia, atom tidak dapat dimusnahkan dan atom juga tidak dapat dihancurkan
  5. Atom-atom dapat bergabung membentuk gabungan atom yang disebut molekul
  6. Dalam senyawa, perbandingan massa masing-masing unsur adalah tetap
Teori atom Dalton mulai membangkitkan minat terhadap penelitian mengenai model atom. Namun, teori atom Dalton memiliki kekurangan, yaitu tidak dapat menerangkan suatu larutan dapat menghantarkan arus listrik. Bagaimana mungkin bola pejal dapat menghantarkan arus listrik padahal listrik adalah elektron yang bergerak. Berarti ada partikel lain yang dapat menghantarkan arus listrik.

2. Model Atom J.J. Thomson
Kelemahan model atom Thomson

Model Thomson ini tidak dapat menjelaskan susunan muatan positif dan negatif dalam bola atom tersebut.

3. Model Atom Rutherford

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/92/Rutherford_atom.svg/250px-Rutherford_atom.svg.png
Model atom Rutherford
Rutherford melakukan penelitian tentang hamburan sinar α pada lempeng emas. Hasil pengamatan tersebut dikembangkan dalam hipotesis model atom Rutherford.
a. Sebagian besar dari atom merupakan permukaan kosong.
b. Atom memiliki inti atom bermuatan positif yang merupakan pusat massa atom.
c. Elektron bergerak mengelilingi inti dengan kecepatan yang sangat tinggi.
d. Sebagian besar partikel α lewat tanpa mengalami pembelokkan/hambatan. Sebagian kecil dibelokkan, dan sedikit sekali yang dipantulkan.
Kelemahan Model Atom Rutherford
a. Menurut hukum fisika klasik, elektron yang bergerak mengelilingi inti memancarkan energi dalam bentuk gelombang elektromagnetik. Akibatnya, lama-kelamaan elektron itu akan kehabisan energi dan akhirnya menempel pada inti.
b. Model atom rutherford ini belum mampu menjelaskan dimana letak elektron dan cara rotasinya terhadap ini atom.
c. Elektron memancarkan energi ketika bergerak, sehingga energi atom menjadi tidak stabil.
d. Tidak dapat menjelaskan spektrum garis pada atom hidrogen (H).

4. Model Atom Niels Bohr

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/a5/Bohr_atom_model_English.svg/250px-Bohr_atom_model_English.svg.png

Model Atom Niels Bohr

Pada tahun 1913,
Niels Bohr mengemukakan pendapatnya bahwa elektron bergerak mengelilingi inti atom pada lintasan-lintasan tertentu yang disebut kulit atom. Model atom Bohr merupakan penyempurnaan dari model atom Rutherford.

Kelemahan teori atom Rutherford diperbaiki oleh Neils Bohr dengan postulat bohr :
a. Elektron-elektron yang mengelilingi inti mempunyai lintasan dan energi tertentu.
b. Dalam orbital tertentu, energi elektron adalah tetap. Elektron akan menyerap energi jika berpindah ke orbit yang lebih luar dan akan membebaskan energi jika berpindah ke orbit yang lebih dalam
Kelebihan model atom Bohr
atom terdiri dari beberapa kulit untuk tempat berpindahnya elektron.

Kelemahan model atom Bohr
a. tidak dapat menjelaskan efek Zeeman dan efek Strack.
b. Tidak dapat menerangkan kejadian-kejadian dalam ikatan kimia dengan baik, pengaruh medan magnet terhadap atom-atom, dan spektrum atom yang berelektron lebih banyak.
d.    Struktur Atom
Berdasarkan teori-teori yang telah dikemukakan oleh para ilmuan, maka dapat diketahui bahwa atom terdiri atas partikel-partikel yang lebih kecil lagi yang disebut partikel subatom. partikel-partikel tersebut yaitu:
i.ELEKTRON
 pada tahun 1890-an banyak ilmuan berlomba-lomba meneliti radiasi (radiation), yaitu pemancaran dan perambatan energi melalui ruang dalam bentuk gelombang.  Informasi yang diperoleh dari penelitian ini memberikan sumbangan besar pada pemahaman kita tentang struktur atom salah satu alat yang digunakan untuk menyelidiki fenomena ini adalah tabung sinar katoda, cikal bakal dari tabung televisi. Tabung berupa kaca yang sebagian besar udaranya sudah disedot keluar. Ketika dua lempeng logam dihubungkan dengan sumber tegangan tinggi.
 Lempeng yang bermuatan negatif disebut katoda, memancarakan sinar yang dilihat. Sinar katoda ini tertarik kelempeng bermuatan positif disebut anoda, dimana sinar itu akan melalui suatu lubang dan terus merambat menuju ujung tabung yang satunya. Ketika sinar ini menumbuk permukaan yang dilapisi secara khusus, sinar katoda tersebut menghasilkan pendaran yang kuat, atau cahaya yang terang.
Dalam beberapa percobaan, ditambahkan dua lempengan bermuatan listrik dan sebuah magnet di luar tabung sinar katoda. Ketika medan magnetik dihidupkan dan medan listrik dimatikan, sinar katoda menumbuk titik A. Ketika hanya medan listrik yang dihidupkan, sinar akan menumbuk titik C. Ketika medan listrik dan medan magnetik kedua-duanya mati atau kedua-duanya hidup tetapi seimbang sehingga saling menghilangkan,  sinar menumbuk titik B.
 Menurut teori elektron magnetik, benda bermuatan yang bergerak berprilaku seperti sebuah magnet sehingga dapat berinteraksi dengan medan listrik dan medan magnetik yng dilaluinya. Karena sinar katoda ditarik oleh lempeng yang bermuatan positif dan ditolak oleh lempeng yang bermuatan negatif, sinar tersebut haruslah terdiri atas partikel-partikel yang bermuatan negatif. Kita mengenal partikel bermuatan negatif ini sebagai elektron.
ii. Radioaktivitas
Pada tahun 1895, seorang fisikawan jerman wilhelm Rontgen mengamati bahwa sinar katoda menyebabkan kaca dan logam memancarkan sinar yang tidak biasa. Radiasi yang berenergi tinggi ini menembus materi, menghitamkan lempeng fotografi yang tertutup, dan menyebabkan berbagai zat berfluoresensi. Karena sinar ini tidak dapat dibelokkan oleh magnet, berarti sinar ini tidak mengandung partikel bermuatan seperti sinar katoda. Rontgen menyebutnya sinar-x.
Tidak lama setelah penemuan rontgen, Antoine Becquerel, seorang profesor fisika di Paris, mulai mengkaji sifat-sifat  fluoresensi dari berbagai zat. Secara tidak sengaja, ia menemukan bahwa senyawa uranium dapat menyebabkan lempeng fotografi yang terbungkus berubah menghitam, bahwa tanpa ransangan sinar katoda. Seperti sinar-x, sinar dari senyawa uranium berenergi sangat tinggi dan tidak dapat dibelokkan oleh magnet, tetapi berbeda dengan sinar-x karena sinarnya dihasilkan secara spontan. Seorang mahasiwa bequerel, yaitu marie curie, mengusulkan nama radioaktivitas untuk menggambarkan pancaran spontan partikel atau radiasi ini. Jadi, disetiap unsur secara spontan memancarkan disebut radioaktif.
iii. Proton dan Inti
Rutherford membuat model baru untuk struktur atom, dengan anggapan bahwa sebagian besar dari atom pastilah berupa ruang kosong. Struktur ini akan memungkinkan sebagian partikel  menembus lembaran emas dengan sedikit atau tanpa pembelokan. Menurut proposisi rutherford, muatan positif atom terkumpul dalam inti (nucleus), yaitu suatu inti pusat yang padat yang terletak didalam atom. Setiap partikel  mendekat keinti dalam percobaan hamburan, partikel ini ,mengalami gaya tolak yang besar sehingga partikel membelok jauh. Bahkan, partikel  yang langsung menuju inti akan mengalami tolakan yang sangat besar sehingga dapat berbalik kembali arah datangnya.
Pertikel-partikel bermuatan positif dalam inti disebut proton. Dalam percobaan yang terpisah, ditemukan bahwa muatan setiap proton mempunyai magnitudo(besar) yang sama dengan elektron dan bahwa massanya adalah 1,67262 x  g sekitar 1840 kali massa elektron,yang muatanya berlawanan.

iv .Neutron
Model struktur atom rutherford menyisakan sebuah masalah penting yang belum terpecahkan. Telah diketahui bahwa Hidrogen, Atom yang paling sederhana,mengandung hanya satu proton dan bahwa atom Helium mengandung dua proton.jadi, perbandingan massa atom helium dan atom Hidrogen tentunya adalah 2:1 . (karena masaa elektron jauh lebih ringan dari pada massa proton, pengaruhnya dapat di abaikan). Tapi dalam kenyataanya adalah 4:1.
Rutherford dan rekan-rekannya  mempostulatkan bahwa pastilah terdapat jenis partikel sub atom yang lain dalam inti atom; pembuktiannya diberikan oleh fisikawan inggris yang lain, james chadwick, pada tahun 1932. Ketika chadwick menembakkan partikel   keselembar tipis Berilium, logam tersebut memancarkan radiasi yang berenergi sangat tinggi yang serupa dengan sinar- . percobaan selanjutnya menunjukkkan bahwa sinar itu sesungguhnya terdiri atas partikel netral yang mempunyai massa sedikit lebih besar dari pada massa proton. chadwick menamai partikal ini Neutron .

Titanium (SMAK Makassar)


Titanium adalah sebuah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol Ti dan nomor atom 22. Dia merupakan logam transisi yang ringan, kuat, berkilau, tahan korosi (termasuk tahan terhadap air laut dan klorin dengan warna putih-metalik-keperakan. Titanium digunakan dalam alloy kuat dan ringan (terutama dengan besi dan aluminum) dan merupakan senyawa terbanyaknya, titanium dioksida, digunakan dalam pigmen putih. Titanium dihargai lebih mahal daripada emas karena sifat-sifat logamnya.

1.1              Sejarah
(Latin: titans, anak pertama bumi dalam mitologi romawi) Ditemukan oleh Gregor di tahun 1791 dan dinamakan oleh Klaproth di tahun 1795. Titanium yang tidak murni dipersiapkan oleh Nilson dan Pettersson di tahun 1887, tetapi unsur yang murni tidak dibuat sampai pada tahun 1910 oleh Hunter dengan cara memanaskan TiCl4 dengan natrium dalam bom baja.
Kebanyakan sejarawan kredit William Gregor untuk penemuan titanium. Pada 1791, ia bekerja dengan menachanite (mineral yang ditemukan di Inggris) ketika dia mengenali elemen baru dan menerbitkan hasil. Unsur ini akhirnya ditemukan beberapa tahun kemudian di rutil bijih dengan MH Klaproth, seorang ahli kimia Jerman. Klaproth bernama titanium elemen setelah raksasa mitologi, para Titan. Kedua Gregor dan Klaproth bekerja dengan senyawa titanium. Isolasi signifikan pertama dari titanium murni hampir dicapai pada tahun 1875 oleh Kirillov di Rusia. Isolasi dari logam murni tidak menunjukkan sampai 1910 ketika Matius Hunter dan rekan-rekannya titanium tetraklorida bereaksi dengan sodium dalam bom baja dipanaskan. Proses ini menghasilkan potongan individu dari titanium murni. Pada pertengahan 1920-an, sekelompok ilmuwan Belanda menciptakan kabel kecil dari titanium murni dengan melakukan reaksi disosiasi pada tetraiodida titanium.
Demonstrasi ini diminta William Kroll untuk mulai bereksperimen dengan metode yang berbeda untuk efisien mengisolasi titanium. Percobaan awal menyebabkan perkembangan dari sebuah proses untuk mengisolasi titanium dengan reduksi dengan magnesium pada tahun 1937. Proses ini, sekarang disebut proses Kroll, masih proses utama untuk memproduksi titanium. Produk pertama yang dibuat dari titanium diperkenalkan sekitar tahun 1940-an dan termasuk hal-hal seperti kabel, lembaran, dan batang.
Sementara pekerjaan Kroll yang menunjukkan sebuah metode untuk produksi titanium pada skala laboratorium, butuh hampir satu dekade lebih sebelum bisa diadaptasi untuk produksi skala besar. Pekerjaan ini dilakukan oleh Amerika Serikat Biro Pertambangan 1938-1947 di bawah arahan RS Dean. Pada tahun 1947, mereka telah membuat berbagai modifikasi untuk proses Kroll dan menghasilkan hampir 2 ton dari logam titanium. Pada tahun 1948, DuPont membuka operasi manufaktur skala besar pertama.
Metode skala besar manufaktur diizinkan untuk penggunaan titanium sebagai bahan struktural. Pada tahun 1950, itu digunakan terutama oleh industri kedirgantaraan dalam pembangunan pesawat. Sejak titanium lebih unggul daripada baja untuk banyak aplikasi, industri berkembang pesat. Dengan 1953, produksi tahunan telah mencapai 2 juta lb (907.200 kg) dan pelanggan utama untuk titanium adalah militer Amerika Serikat. Pada tahun 1958, permintaan titanium turun secara signifikan karena militer bergeser fokusnya dari pesawat berawak ke rudal yang baja adalah lebih tepat. Sejak itu, industri titanium memiliki berbagai siklus permintaan tinggi dan rendah. Banyak aplikasi baru dan industri untuk titanium dan paduannya telah ditemukan selama ini. Hari ini, sekitar 80% dari titanium digunakan oleh industri kedirgantaraan dan 20% oleh non-kedirgantaraan industri.
2.1    Pengenalan
Penampilan
abu-abu putih perak metalik
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/db/Titan-crystal_bar.JPG/240px-Titan-crystal_bar.JPG
Ciri-ciri umum
titanium, Ti, 22
Dibaca
44, d
47.867(1)
[Ar] 3d2 4s2
2, 8, 10, 2
Kulit elektron dari titanium (2, 8, 10, 2)
Titanium adalah sebuah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol Ti dan nomor atom 22. merupakan logam transisi yang ringan, kuat, 'lustrous', tahan korosi (termasuk tahan terhadap air laut dan chlorine dengan warna putih-metalik-keperakan.
2.2    Sumber Titanium
Unsur ini terdapat di banyak mineral dengan sumber utama adalah Rutile (TiO 2) dan Ilmenite (FeTiO 3), yang tersebar luas di seluruh bumi. Ada 2 bentuk allotropic dan 5 isotop alami dari unsur ini;Ti-46 sampai Ti-50 dengan Ti-48 yang paling banyak terdapat di alam (73,8%).
Titanium ditemukan di meteor dan di dalam matahari. Bebatuan yang diambil oleh misi Apollo 17 menunjukkan keberadaan TiO2 sebanyak 12,1%. Garis-garis titanium oksida sangat jelas terlihat di spektrum bintang-bintang tipe M. Unsur ini merupakan unsur kesembilan terbanyak pada kerak bumi. Titanium selalu ada dalam igneous rocks (bebatuan) dan dalam sedimen yang diambil dari bebatuan tersebut. Ia juga terdapat dalam mineral rutile, ilmenite dan sphene dan terdapat dalam titanate dan bijih besi. Titanium juga terdapat di debu batubara, dalam tetumbuhan dan dalam tubuh manusia. Logam ini hanya dikutak-kutik di laboraturium sampai pada tahun 1946, Kroll menunjukkan cara memproduksi titanium secara komersil dengan mereduksi titanium tetraklorida dengan magnesium. Metoda ini yang dipakai secara umum saat ini. Selanjutnya logam titanium dapat dimurnikan dengan cara medekomposisikan iodanya.
Titanium adalah logam yang paling berlimpah keempat naik sekitar 0,62% dari kerak bumi. Jarang ditemukan dalam bentuknya yang murni, titanium biasanya ada di mineral seperti anatase, brookite, ilmenit, leucoxene, perovskit, rutil, dan sphene. Sementara titanium cukup melimpah, terus menjadi mahal karena sulit untuk mengisolasi.
Unsur ini terdapat di banyak mineral dengan sumber utama adalah rutile dan ilmenit, yang tersebar luas di seluruh Bumi. Ada dua bentuk alotropi dan lima isotop alami dari unsur ini; Ti-46 sampai Ti-50 dengan Ti-48 yang paling banyak terdapat di alam (73,8%). Sifat Titanium mirip dengan zirkonium secara kimia maupun fisika.


2.3       Sifat Titanium
2.3.1              Sifat fisik titanium
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxkibG3RxaSN51sKnDMoRf8nPQb_YHxvHCm72OibtROXKyUWGrHmWNbKrGQ5TnTryrNqaT__tAO420Rt16DhWNvbmoye1F1SjEMhMDSf2IBe1cBleiaPi8xWzkSca5Uz8s9uiUCNAnRl4/s200/polished-titanium-aqua-jewel-add-on-27650.jpg
Batu permata titania
     Titanium merupakan logam transisi yang bewarna putih keperakan. Titanium bersifat ringan dan kuat. Selain itu, titanium memiliki massa jenis yang rendah, keras, tahan karat, dan mudah diproduksi. Titanium juga tidak larut dalam larutan asam kuat dan tidak reaktif di udara karena memilki lapisan oksida dan nitrida sebagai pelindung. Logam ini tahan pengikisan 20 kali lebih besar daripada logam campuran tembaga nikel. Batu permata titania lebih tampak cemerlang dari intan apabila dipotong dan dipoles dengan baik. 

 Pada sistem periodik terletak pada golongan IVB dan periode 4. Nomor atom titanium adalah 22 dengan massa atom relatifnya adalah 47,88 gr/mol. Titanium memiliki titik lebur 1.660*C dan titik didih 3.287*C.

Sifat fisika
Massa jenis (mendekati suhu kamar)
4.506 g·cm−3
Massa jenis cairan pada t.l.
4.11 g·cm−3
1941 K3034 °F 1668 °C, ,
5949 °F 3287 °C, 3560 K,
425 kJ·mol−1
25.060 J·mol−1·K−1
P (Pa)
1
10
100
1 k
10 k
100 k
at T (K)
1982
2171
(2403)
2692
3064
3558


2.3.2       sifat kimia
·      Reaksi dengan Air
Titanium akan bereaksi dengan air membentuk Titanium dioksida dan hydrogen.
Ti(s) + 2H2O(g)
TiO2(s) + 2H2(g)
·       Reaksi dengan Udara
Ketika Titanium dibakar di udara akan menghasilkan Titanium dioksida dengan nyala putih yang terang dan ketika dibakar dengan Nitrogen murni akan menghasilkan Titanium Nitrida.
Ti(s) + O2(g)
TiO2(s)
2Ti(s) + N2(g)
TiN(s)

·      Reaksi dengan Halogen
Reaksi Titanium dengan Halogen menghasilkan Titanium Halida. Reaksi dengan Fluor berlangsung pada suhu 200°C.
Ti(s) + 2F2(s)
TiF4(s)
Ti(s) + 2Cl2(g)
TiCl4(s)
Ti(s) + 2Br2(l)
TiBr4(s)
Ti(s) + 2I2(s)
TiI4(s)

·      Reaksi dengan Asam
Logam Titanium tidak bereaksi dengan asam mineral pada temperatur normal tetapi dengan asam hidrofluorik yang panas membentuk kompleks anion (TiF6)3-
2Ti(s) + 2HF (aq)
2(TiF6)3-(aq) + 3 H2(g) + 6 H+(aq)
       
·      Reaksi dengan Basa
Titanium tidak bereaksi dengan alkali pada temperatur normal, tetapi pada keadaan panas.
2.3.4        Sifat Mekanik Titanium
Sifat magnetik
Resistivitas listrik
(20 °C) 0.420 µΩ·m
Konduktivitas termal
(300 K) 21.9 W/(m·K)
Ekspansi termal
(25 °C) 8.6 µm/(m·K)
Kecepatan suara (pada wujud kawat)
(suhu kamar) 5090 m/s
Modulus Young
116 GPa
Modulus geser
44 GPa
Modulus ruah
110 GPa
Nisbah Poisson
0.32
Skala kekerasan Mohs
6.0
Kekerasan Vickers
970 MPa
Kekerasan Brinell
716 MPa














2.4       Kegunaan Titanium
·         Militer. Oleh karena kekuatannya, unsur ini digunakan untuk membuat peralatan perang (tank) dan untuk membuat pesawat ruang angkasa.

·         Industri. Beberapa mesin pemindah panas (heat exchanger)dan bejana bertekanan tinggi serta pipa-pipa tahan korosi memakai bahan titanium.

·         Kedokteran. Bahan implan gigi, penyambung tulang, pengganti tulang tengkorak, struktur penahan katup jantung.

·         Mesin. Material pengganti untuk batang piston.

·         Perikanan. Karena sifat Titanium yang kuat, ringan, dan tahan korosif air laut jadi untuk pembuatan pancingan.
  • TiCl4 , memegang peranan penting pada metalurgi titanium dan digunakan dalam pembuatan katalis untuk produksi polietilena dan plastik lainnya.
  • Natrium Titanat
Dapat digunakan untuk pesawat televisi, radar, mikrofon dan fonograf.
  • Titanium Tetraklorida
Dapat digunakan untuk mordan (pengikat) pada pewarnaan.
  • Titanium Oksida
Dapat digunakan untuk pembuatan batang las, email porselen, karet, kertas dan tekstil.
  • Titania
    Dapat digunakan untuk perhiasan (batu titania).
  • Di Rusia, Titanium menjadi bahan utama dalm pembuatan kapal angkatan perang termasuk kapal selam seperti kelas Alfa, Mike dan juga Typhoon karena kekuatannya terhadap air laut.
§  Titanium digunakan dalam produksi implan manusia karena memiliki kompatibilitas yang baik dengan tubuh manusia. Salah satu penggunaan yang terakhir yang paling menonjol dari titanium yang ada di hati buatan pertama ditanamkan pada manusia pada tahun 2001. Kegunaan lain dari titanium dalam penggantian pinggul, alat pacu jantung, defibrillator, dan siku dan sendi pinggul.
§  Digunakan dalam pembuatan hal-hal seperti sepatu, perhiasan, komputer, peralatan olahraga, jam tangan, dan patung. Sebagai titanium dioksida, digunakan sebagai pigmen putih dalam plastik, kertas cat, dan. Hal ini bahkan digunakan sebagai pewarna makanan putih dan sebagai tabir surya dalam produk kosmetik.

§  Ti5.5Al3.5Sn3Zr1Nb
Al
5,2-5,7%
Sn
3,0-4,0%
Zr
2,50-3,50%
Nb
0,70-1,30%
Mo
0,25-0,35%
Si
0,25-0,50%
C
<0,08%
O 2
0,09-0,15%
N 2
<0,03%
H 2
<0,006%
Lain-lain
<0,20%
Ti
Keseimbangan








§  Dikenal sebagai Timetal 829
§  Dirancang untuk digunakan dalam mesin   turbin gas.





·         F22
Titanium 64 (Ti-64)
36%
Termoset Komposit
24%
Aluminium (Al)
16%
Bahan Lainnya*
15%
Baja
6%
Titanium 62222 ( (Ti-62222)
3%
Komposit Termoplastik
> 1%
§  Fungsi:
§  Digunakan untuk untuk memaksimalkan kinerja pesawat
§  Biasa digunakan dalam bidang militer




·    Ti-5553 (Ti-5Al-5V-5Mo-3Cr)
Digunakan dalam komponen struktural pesawat Boeing.
Elemen
Hasilnya,% wt
Karbon
0.009
Besi
0.31
Molibdenum
4.71
Aluminium
5.12
Titanium
Balance
Vanadium
4.72
Silicon
0.05
Khrom
2.77
Oksigen
0.1282
Nitrogen
0.0055
Hidrogen
0.0038




    












2.5       Proses Pembuatan Titanium
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJ7-P9zeacydn7fuOMx6Pib7ROyK1Lfpk2sa31XYjSN8XRoBFJ4UR447TGD2TQ5mX7l7INRbPY9HeW-er2omxc1JZuOCtos1r0JIT694UNNyTNEfiMzUH9rNTeu0tP7jyNsbiknRb90VeJ/s1600/titan.png
Titanium dialam terdapat dalam bentuk bijih seperti rutil (TiO2) dan ilmenit ( FeTiO3). Salah satu metode yang digunakan dalam proses pembuatan titanium adalah Metode Kroll yang banyak menggunakan klor dan karbon. Hasil reaksinya adalah titanium tetraklorida yang kemudian dipisahkan dengan besi triklorida dengan menggunakan proses distilasi. Senyawa titanium tetraklorida, kemudian direduksi oleh magnesium menjadi logam murni. Udara dikeluarkan agar logam yang dihasilkan tidak dikotori oleh unsur oksigen dan nitrogen. Sisa reaksi adalah antara magnesium dan magnesium diklorida yang kemudian dikeluarkan dari hasil reaksi menggunakan air dan asam klorida sehingga meninggalkan spons titanium. Spon ini akan mencair dibawah tekanan helium atau argon yang pada akhirnya membeku dan membentuk batangan titanium murni. Untuk lebih jelasnya teruraikan sebagai berikut :
Bahan Baku
Titanium diperoleh dari bijih berbagai yang terjadi secara alami di bumi. Bijih-bijih utama yang digunakan untuk produksi titanium termasuk ilmenit, leucoxene, dan rutil. Sumber penting lainnya termasuk anatase, perovskit, dan sphene.
Ilmenite dan leucoxene adalah bijih titaniferous. Ilmenit (FeTiO3) mengandung titanium dioksida sekitar 53%. Leucoxene memiliki komposisi yang sama tetapi memiliki sekitar titanium dioksida 90%. Mereka ditemukan terkait dengan deposito hard rock atau di pantai dan pasir aluvial. Rutile relatif murni titanium dioksida (TiO2).
Perovskit (CaTiO3) dan sphene (Cati-SiO5) adalah kalsium dan bijih titanium. Baik dari bahan yang digunakan dalam produksi komersial dari titanium karena kesulitan dalam menghilangkan kalsium. Di masa depan, ada kemungkinan bahwa perovskit dapat digunakan secara komersial karena mengandung titanium dioksida hampir 60% dan hanya memiliki kalsium sebagai pengotor. Sphene memiliki silikon sebagai pengotor kedua yang membuatnya bahkan lebih sulit untuk mengisolasi titanium.
Selain bijih, senyawa lain yang digunakan dalam produksi titanium termasuk gas klor, karbon, dan magnesium.
Proses
Titanium diproduksi menggunakan proses Kroll. Langkah-langkah yang terlibat termasuk ekstraksi, pemurnian, produksi spons, pembuatan paduan, dan membentuk dan membentuk. Di Amerika Serikat, banyak produsen spesialis dalam fase yang berbeda dari produksi ini. Misalnya, ada produsen yang hanya membuat spons, yang lain yang hanya mencair dan menciptakan paduan, dan yang lain yang menghasilkan produk akhir. Saat ini, tidak ada produsen tunggal melengkapi semua langkah ini.
Pencabutan
* 1 Pada awal produksi, produsen menerima titanium konsentrat dari tambang. Sementara rutil dapat digunakan dalam bentuk alami, ilmenit diproses untuk menghilangkan zat besi sehingga berisi titanium dioksida paling sedikit 85%. Bahan-bahan ini dimasukkan ke dalam reaktor fluidized-tempat tidur bersama dengan gas klor dan karbon. Materi yang dipanaskan sampai 1.652 ° F (900 ° C) dan hasil reaksi kimia berikutnya dalam penciptaan murni titanium tetraklorida (TiCl4) dan karbon monoksida. Kotoran adalah hasil dari kenyataan bahwa titanium dioksida murni tidak digunakan di awal. Oleh karena itu berbagai klorida logam yang tidak diinginkan yang dihasilkan harus dibuang.
Pemurnian
* 2 logam bereaksi dimasukkan ke dalam tangki penyulingan besar dan dipanaskan. Selama langkah ini, kotoran dipisahkan dengan menggunakan distilasi fraksional dan presipitasi. Tindakan ini menghilangkan klorida logam termasuk besi, vanadium, zirkonium, silikon, dan magnesium.
Produksi spons
* 3 Selanjutnya, dimurnikan titanium tetraklorida ditransfer sebagai cairan ke bejana reaktor stainless steel. Magnesium kemudian ditambahkan dan wadah dipanaskan sampai sekitar 2012 ° F (1.100 ° C). Argon dipompa ke dalam wadah sehingga udara akan dihapus dan kontaminasi dengan oksigen atau nitrogen dicegah. Magnesium bereaksi dengan klor menghasilkan magnesium klorida cair. Hal ini membuat padat titanium murni karena titik leleh dari titanium lebih tinggi dari reaksi.

             * 4 Padatan titanium dikeluarkan dari reaktor dengan membosankan dan kemudian diobati dengan air dan asam klorida untuk menghapus kelebihan magnesium dan magnesium klorida. Padatan yang dihasilkan adalah logam berpori yang disebut spons.
Paduan penciptaan
* 5 Spons titanium murni kemudian dapat diubah menjadi paduan yang dapat digunakan melalui tanur habis-elektroda. Pada titik ini, spons dicampur dengan penambahan paduan berbagai besi tua. Proporsi yang tepat dari spons untuk bahan paduan diformulasikan di laboratorium sebelum produksi. Massa ini kemudian ditekan ke compacts dan dilas bersama-sama, membentuk elektroda spons.

            * 6 Elektroda spons kemudian ditempatkan dalam tungku busur vakum untuk mencair. Dalam wadah air-cooled, tembaga, busur listrik digunakan untuk melelehkan elektroda spons untuk membentuk ingot. Semua udara dalam wadah yang baik dihapus (membentuk ruang hampa) atau atmosfer diisi dengan argon untuk mencegah kontaminasi. Biasanya, ingot tersebut remelted satu atau dua kali untuk menghasilkan ingot diterima secara komersial. Di Amerika Serikat, paling ingot dihasilkan dengan metode ini berat sekitar 9.000 lb (4,082 kg) dan 30 di (76,2 cm) di diameter.

            * 7 Setelah ingot dibuat, tersebut akan dihapus dari tungku dan diperiksa dari kerusakan. Permukaan dapat dikondisikan seperti yang diperlukan untuk pelanggan. Ingot kemudian dapat dikirim ke produsen barang jadi di tempat yang dapat digiling dan dibuat menjadi berbagai produk.
Produk samping / Limbah
Selama produksi titanium murni sejumlah besar magnesium klorida yang dihasilkan. Bahan ini didaur ulang dalam sel daur ulang segera setelah diproduksi. Sel daur ulang pertama memisahkan logam magnesium keluar maka gas klor dikumpulkan. Kedua komponen yang digunakan kembali dalam produksi titanium.

Masa Depan
Masa Depan kemajuan dalam pembuatan titanium adalah mungkin ditemukan dalam bidang produksi ingot ditingkatkan, pengembangan paduan baru, pengurangan biaya produksi, dan aplikasi untuk industri-industri baru. Saat ini, ada kebutuhan untuk ingot lebih besar daripada yang dapat dihasilkan oleh tungku yang tersedia. Penelitian ini sedang berlangsung untuk mengembangkan tungku yang lebih besar yang dapat memenuhi kebutuhan ini. Penelitian juga sedang dilakukan untuk menemukan komposisi yang optimal dari berbagai paduan titanium. Pada akhirnya, peneliti berharap bahwa bahan-bahan khusus dengan mikro dikendalikan akan mudah diproduksi. Akhirnya, para peneliti telah menyelidiki metode yang berbeda untuk pemurnian titanium. Baru-baru ini ilmuwan di Universitas Cambridge mengumumkan metode untuk memproduksi titanium murni langsung dari titanium dioksida. Hal ini secara substansial dapat mengurangi biaya produksi dan meningkatkan ketersediaan.
2.6               lain-lain
Keunggulan Titanium
  • Salah satu karakteristik Titanium yang paling terkenal adalah dia sama kuat dengan baja tapi hanya 60% dari berat baja.
  • Kekuatan lelah (fatigue strength) yang lebih tinggi daripada paduan aluminium.
  • Tahan suhu tinggi. Ketika temperatur pemakaian melebihi 150 C maka dibutuhkan titanium karena aluminium akan kehilangan kekuatannya secara nyata.
  • Tahan korosi. Ketahanan korosi titanium lebih tinggi daripada aluminium dan baja.
  • Dengan rasio berat-kekuatan yang lebih rendah daripada aluminium, maka komponen-komponen yang terbuat dari titanium membutuhkan ruang yang lebih sedikit dibanding aluminium.[2]
Hetalia: Axis Powers - Liechtenstein

Followers

 

ANDI DESVI SASTRI Copyright 2008 Fashionholic Designed by Ipiet Templates Supported by Tadpole's Notez